Panturapos.id Besuki, Situbondo – Jawa Timur | Senin, 2 Februari 2026: Polres Situbondo terus melakukan pendalaman terhadap serangkaian kasus kekerasan yang terjadi secara beruntun di wilayah Kecamatan Besuki dan Desa Langkap. Hingga Senin malam, tim gabungan yang terdiri dari Unit Inafis dan Satreskrim Polres Situbondo masih menyisir sejumlah Tempat Kejadian Perkara (TKP) guna mengungkap secara utuh rangkaian peristiwa yang melibatkan dua terduga pelaku, yakni Taufik alias Bebun dan ayahnya, Sam.

Olah TKP ini dilakukan sebagai tindak lanjut atas insiden berdarah yang terjadi sejak Minggu dini hari, 1 Februari 2026. Peristiwa tersebut tidak hanya menimbulkan korban luka, tetapi juga menyebabkan keresahan luas di tengah masyarakat akibat terjadi di banyak lokasi dan melibatkan sejumlah warga yang tidak terkait langsung dengan persoalan awal.
Pemeriksaan TKP dimulai dari Dusun Pecinan, Desa/Kecamatan Besuki, yang diduga menjadi lokasi awal terjadinya keributan. Di lokasi ini, aparat kepolisian mengumpulkan keterangan saksi, mencatat kondisi sekitar, serta mendalami aktivitas terduga pelaku sebelum peristiwa meluas.
Dari Dusun Pecinan, tim bergerak ke sebuah warung Madura yang berada di wilayah yang sama. Lokasi tersebut diduga menjadi salah satu titik persinggahan terduga pelaku saat berpindah tempat dalam kondisi emosi tidak terkendali. Pemeriksaan kemudian dilanjutkan ke sebuah tempat usaha permainan PlayStation yang juga berada di Dusun Pecinan.
Rangkaian olah TKP selanjutnya dilakukan di Jalan Gunung Kawi, Desa Besuki, tepatnya di sebuah warung kopi. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, di lokasi ini terduga pelaku diduga meminjam sepeda motor milik warga secara paksa. Kendaraan tersebut kemudian digunakan untuk melanjutkan perjalanan menuju Desa Langkap.
Tim gabungan Polres Situbondo kemudian melakukan pemeriksaan di Dusun Krajan, Desa Langkap, Kecamatan Besuki. Di lokasi ini, aparat mendalami laporan kerusakan rumah warga serta dugaan penganiayaan terhadap satu keluarga. Sejumlah saksi dimintai keterangan guna memperjelas kronologi dan dampak kejadian di wilayah tersebut.

Sebagai lokasi terakhir, olah TKP dilakukan di rumah tempat Taufik alias Bebun berhasil diamankan. Penangkapan ini merupakan bagian dari langkah cepat aparat kepolisian untuk menghentikan rangkaian kekerasan serta mencegah terjadinya aksi lanjutan yang berpotensi membahayakan warga.
Penyidik Satreskrim Polres Situbondo menyampaikan bahwa seluruh rangkaian olah TKP dilakukan untuk melengkapi data penyelidikan, menguatkan alat bukti, serta menyusun konstruksi perkara secara menyeluruh. Hingga kini, proses penyidikan masih terus berjalan, termasuk pendalaman motif serta peran masing-masing terduga pelaku dalam rangkaian kejadian tersebut.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya oleh Tim Investigasi SITI JENAR GROUP MULTIMEDIA, peristiwa ini bermula dari dugaan cekcok rumah tangga antara Taufik (25) dan istrinya, Suci (23), di rumah mereka yang berada di Dusun Gudang Arang, Desa Besuki. Insiden tersebut kemudian berkembang menjadi aksi kekerasan yang menyebar ke berbagai lokasi.
Usai kejadian di rumah, Taufik diduga keluar dan membuat keributan di beberapa titik, termasuk toko Madura dan tempat permainan PlayStation. Dalam perjalanannya menuju Desa Langkap, ia diduga memaksa meminjam sepeda motor milik seorang warga bernama Ifud.
Ifud yang mengetahui identitas dan alamat Taufik kemudian mendatangi rumah terduga pelaku. Namun, upaya tersebut justru berujung pada dugaan penganiayaan yang mengakibatkan Ifud mengalami luka serius dan harus mendapatkan perawatan medis di RSUD Besuki.
Situasi semakin memburuk ketika Taufik diduga memberikan keterangan yang tidak sesuai fakta kepada ayahnya, Sam (50). Mendengar informasi tersebut, Sam bereaksi emosional dan mendatangi rumah seorang warga bernama Nunung di Desa Langkap. Di lokasi tersebut, terjadi dugaan penganiayaan dan perusakan rumah yang menyebabkan istri dan anak Nunung turut menjadi korban.
Data sementara yang dihimpun menyebutkan bahwa rangkaian kekerasan terjadi di sejumlah lokasi, mulai dari Dusun Pecinan hingga Dusun Rawan, Desa/Kecamatan Besuki. Jumlah korban dilaporkan mencapai puluhan orang, termasuk seorang anak berusia sekitar tujuh tahun. Ibu dari anak tersebut juga dilaporkan mengalami luka pada bagian tangan dan wajah.
Korban dengan kondisi paling parah diketahui adalah Suci, yang saat kejadian tengah mengandung dua bulan, serta Ifud. Suci dirujuk ke RSUD dr. Soebandi Jember dalam kondisi kritis, sementara Ifud menjalani perawatan intensif di RSUD Besuki.
Aparat kepolisian dari Polsek Besuki, Tim Buser Wilayah Barat, dan Satreskrim Polres Situbondo bergerak cepat setelah menerima laporan masyarakat. Taufik berhasil diamankan meskipun situasi sempat memanas akibat reaksi sebagian warga. Dalam proses pengamanan, seorang anggota tim opsnal dilaporkan sempat mengalami kekerasan dari massa.
Kasatreskrim Polres Situbondo, AKP Agung Hartawan, sebelumnya menyatakan bahwa pihak kepolisian telah mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga digunakan dalam aksi kekerasan. Ia juga mengonfirmasi bahwa Sam (50) telah menyerahkan diri ke Mapolres Situbondo dan kini menjalani pemeriksaan intensif bersama anaknya.

Hingga berita ini diturunkan, kepolisian masih terus melakukan pendalaman lanjutan, termasuk pemeriksaan saksi-saksi dan analisis hasil olah TKP. Aparat mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak terprovokasi oleh isu yang belum terverifikasi, serta menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak berwenang.
(Red/Tim-Biro Siti Jenar Group – Besuki, Situbondo, Jawa Timur)











