SITUBONDO – Di tengah riuhnya dunia maya yang semakin penuh dengan potret diri, lokasi terkini, dan cerita-cerita pribadi, Jih Lilur mengambil langkah sebaliknya. Sosok yang dikenal dengan nama lengkap HRM. Khalilur R Abdullah Sahlawiy, atau akrab disapa Kanjeng Pangeran Edo Yudha Negara, memilih jalan sunyi: fokus berkarya, berkontribusi, dan mengabdi.
“Sekarang waktunya bekerja, berkarya, dan menjadi manfaat untuk sebanyak mungkin manusia. Saya memilih berhenti bercerita di dunia maya. Tak lagi membagikan potret diri, ngopi, atau sekadar update lokasi. Mungkin sebulan sekali, atau bahkan tiga bulan sekali, saya akan muncul hanya untuk memberi kabar bahwa hidup ini masih terus saya jalani,” ungkapnya dengan tegas namun teduh.
Lebih lanjut, ia mengajak siapa pun yang melihat logo atau nama perusahaan yang pernah atau sedang ia rintis, untuk tidak mempersulit—bahkan jika memungkinkan, turut mendoakan kelancaran dan keberhasilannya.
“Saya pamit dari dunia promosi. Kini saya memilih menepi untuk menguatkan langkah, memperdalam karya, dan memperluas manfaat. Semoga kita semua bisa menjadi manusia yang berfaedah bagi manusia lainnya dan bagi kemanusiaan itu sendiri,” imbuhnya.
Di akhir pesannya, pria yang juga dikenal sebagai Pedagang, Petani, Peternak, Pengusaha Tambang, Pekebun, hingga Nelayan Nusantara, menyampaikan salam kebangsaan yang menyentuh:
“Salam Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.”
Langkah Jih Lilur adalah pengingat kuat bahwa dalam zaman bising ini, diam bukan berarti kalah. Justru bisa jadi, diam adalah bentuk paling dalam dari kekuatan: bekerja tanpa sorot, berbakti tanpa pamrih, dan memberi manfaat tanpa perlu sorak-sorai.












