Demak – Suasana khidmat dan penuh semangat kebersamaan terasa di Jl. Ki Godek Penjor, Bulu Sari, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Sabtu malam (13/4/2025), saat ratusan anggota DPD PWI LS Demak Bintoro berkumpul dalam acara Mujahadah Asma’ Qomar yang dilanjutkan dengan Halal Bihalal keluarga besar organisasi tersebut.
Acara ini menjadi momentum spiritual sekaligus ajang silaturahmi besar bagi para anggota, tokoh agama, serta masyarakat yang hadir. Ketua DPD PWI LS Demak Bintoro, KH. Nurul Muttaqin, S.H.I., M.H., dalam sambutannya menyampaikan pesan-pesan penting mengenai arah perjuangan bangsa dan peran Demak sebagai pusat kebangkitan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.
“Kita harus memulai kebangkitan Nusantara dari Demak, sebagai tanah warisan Wali Songo. Saat ini, Indonesia berada dalam kondisi darurat. Kita sedang menghadapi ancaman dari kekuatan global yang zalim,” tegas KH. Nurul Muttaqin.
Beliau juga menyoroti isu pemalsuan sejarah leluhur bangsa, termasuk klaim yang mengaburkan nasab para wali seperti Sunan Muria. “Ini adalah bagian dari upaya menghapus jejak kebesaran kyai dan ulama Nusantara. Satu habib yang ahli maksiat dianggap lebih mulia daripada 70 kyai kita, ini sangat menyakitkan,” ungkapnya penuh keprihatinan.
Lebih lanjut, KH. Nurul Muttaqin mengajak seluruh masyarakat untuk kembali pada nilai-nilai perjuangan Wali Songo dan membangun kekuatan spiritual melalui mujahadah dan persatuan. Ia optimistis bahwa melalui kegiatan-kegiatan seperti ini, Allah akan memberi pertolongan dan menyelamatkan bangsa Indonesia dari berbagai ancaman.
“Lewat mujahadah Asma’ Qomar malam ini, kita berdoa bersama, berjuang bersama. InsyaAllah, pada bulan ke-7 nanti akan menjadi momen besar bagi perubahan, saat kebenaran kembali ditegakkan,” pungkasnya.
Acara ditutup dengan suasana hangat Halal Bihalal antar anggota dan tokoh masyarakat, mempererat ukhuwah dan komitmen bersama dalam perjuangan spiritual dan kebangsaan.








