Pos TNI AL Jangkar Evakuasi Perahu Nelayan Karam Dihantam Ombak Di Perairan Jangkar

redaksi

SITUBONDO – Sebuah perahu nelayan dilaporkan karam akibat dihantam ombak besar saat hendak bersandar di pantai Jangkar, Kecamatan Jangkar, Kabupaten Situbondo, pada Jumat (18/4/2025) sekitar pukul 09.00 WIB. Personel Pos TNI AL Jangkar, Lanal Banyuwangi sigap merespons laporan tersebut dan langsung bergerak cepat melakukan evakuasi bersama unsur terkait.

Kejadian ini pertama kali dilaporkan oleh Daman (21), seorang petugas keamanan PT ASDP Pelabuhan Jangkar. Dari pos penjagaannya, ia melihat sebuah perahu jenis fiber katiran dihantam ombak dari arah utara, menyebabkan perahu tersebut karam. Ia segera menghubungi petugas jaga Pos TNI AL Jangkar dan Satpolairud Polres Situbondo.

Menanggapi laporan tersebut, personel Pos TNI AL Jangkar yang sedang melaksanakan tugas pengamanan di Pelabuhan Jangkar segera berkoordinasi dan menuju lokasi kejadian. Bersama anggota Satpolairud dan warga nelayan setempat, mereka melaksanakan proses evakuasi perahu yang karam.

Sekitar pukul 09.34 WIB, perahu berhasil dievakuasi dan dinaikkan ke daratan. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, kerugian materil berupa kerusakan mesin perahu ditaksir mencapai Rp500.000.

Perahu yang karam diketahui milik Rinto Sugiantoro (52), warga Dusun Asta, Desa Jangkar. Berdasarkan keterangan pemilik, perahu baru saja kembali dari aktivitas memancing di laut ketika tiba-tiba ombak besar menghantam dan menyebabkan perahu terbalik.

Komandan Pos TNI AL Jangkar, Letda Laut (P) Aditya Arief. P menyatakan bahwa pihaknya akan terus meningkatkan kesiapsiagaan dan sinergi dengan instansi terkait dalam merespons kejadian-kejadian darurat di wilayah pesisir. “Keselamatan warga, khususnya para nelayan, menjadi prioritas utama kami,” tegasnya.

Kegiatan evakuasi ini juga menjadi bukti nyata sinergi antara TNI AL, kepolisian, dan masyarakat dalam menjaga keamanan dan keselamatan laut di wilayah pesisir Situbondo.

Baca juga
Bocah Di Situbondo Diduga Dianiaya Ayah Teman Bermain, Orang Tua Korban Tuntut Keadilan