Berita  

Gadis Kecil Meninggal di Kolam Anak, Orang Tua : Saya Ikhlas Karena Ini Sudah Jalan Tuhan

redaksi

SITUBONDO – Tangis haru menyelimuti rumah keluarga Aulia Putri Ramadhani (8), siswi kelas 2 SDN 3 Banyuputih, yang meninggal dunia saat berenang di kolam anak-anak Wahana Air Barokah Park, Rabu (11/12). Kepergian Aulia yang mendadak ini mengguncang masyarakat sekitar, namun yang justru menyentuh hati adalah sikap penuh keikhlasan dari keluarganya.

Tak lama setelah insiden, Budi Santoso, SH, perwakilan manajemen Barokah Park, mendatangi rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa. Dengan nada penuh penyesalan, ia berkata, “Kami sangat terpukul dengan kejadian ini. Kami berdoa agar keluarga diberi kekuatan menghadapi musibah ini.” Ucap Budi.

Insiden itu terjadi di kolam anak-anak dengan kedalaman hanya 60 cm. Rusdi, penanggung jawab wahana, menjelaskan, “Kami sudah menempatkan dua pengawas di lokasi, selain guru dan orang tua yang mendampingi. Himbauan keselamatan juga banyak kami pasang, saat kami melihat anak itu sdh di dalam air dan kami langsung lari mengangkat anak tersebut,” ungkapnya.

Yang membuat publik terharu, ayah Aulia, Muzakki, dengan kebesaran hati menerima musibah ini sebagai takdir. Ia menyatakan tidak akan membawa kasus ini ke ranah hukum. “Ini bukan kesalahan pihak pengelola. Istri saya dan guru-guru juga berada di lokasi saat kejadian. Kami yakin ini jalan terbaik dari Tuhan untuk anak kami,” ungkap Muzakki dengan suara berat namun penuh ketenangan.

Muzakki juga meluruskan isu liar yang sempat beredar di media sosial. “Tidak benar istri saya sibuk bermain TikTok saat kejadian. Saat itu, dia sedang menyuapi anak kami yang masih balita. Berita itu sangat menyakitkan dan tidak berdasar,” tegasnya.

Barokah Park selama ini dikenal memberikan tiket gratis untuk pendamping anak-anak agar pengawasan lebih maksimal. Namun, musibah ini tetap terjadi di luar dugaan. “Kami selalu berupaya menjaga keamanan pengunjung, terutama anak-anak. Tapi, kami benar-benar terpukul dengan kejadian ini,” ujar Rusdi.

Baca juga
Sosialisasi Sertifikasi Tanah Dusun Pesisir, BPN Pastikan Lahan Termasuk Tanah Negara Bebas

Di hadapan kepala desa dan dusun, keluarga Aulia membuat pernyataan resmi bahwa mereka ikhlas atas kepergian putri tercinta. “Kami menerima ini sebagai ketetapan Tuhan,” kata Rumiyati, ibu Aulia, yang tetap tegar di tengah duka mendalam.

Kejadian ini menyadarkan pentingnya pengawasan ekstra saat anak-anak berada di area berisiko seperti kolam renang. Tragedi ini menjadi pelajaran pahit, namun diharapkan membawa perubahan untuk keselamatan yang lebih baik di masa depan.

Penulis: JoeEditor: Redaksi