BALAD GRUP Perkuat Posisi Global Dengan Kontrak Ekspor Perikanan ke Tiga Negara

redaksi

SITUBONDO, Maret 2025 – Bandar Laut Dunia Grup (BALAD GRUP), perusahaan induk yang membawahi ratusan anak perusahaan di sektor perikanan budidaya, kembali mencetak sejarah. Perusahaan ini resmi menandatangani kontrak ekspor dan pengelolaan perikanan LOKETARU, yang mencakup berbagai komoditas unggulan seperti lobster, kerapu, kerang, kepiting, teripang, tongkol, anggur laut, rajungan, dan udang, dengan tiga negara: Singapura, China, dan Vietnam.

Tiga Pilar Kontrak Strategis

Kesepakatan ini terdiri dari tiga jenis kontrak utama:

1. Kontrak Jual Beli LOKETARU – Memastikan ekspor hasil perikanan ke pasar internasional, memperluas jangkauan produk Indonesia ke luar negeri.

2. Kontrak Kerja Sama Pembangunan Pabrik Pengolahan LOKETARU – Bertujuan untuk meningkatkan kapasitas produksi serta memastikan kualitas produk yang sesuai dengan standar global.

Dukomintasi Waktu Kontrak Bersama Tiga Negara. 

3. Kontrak Kerja Sama IPO – Mempersiapkan puluhan anak perusahaan BALAD GRUP untuk melantai di bursa saham dunia, memperkuat struktur finansial dan ekspansi bisnis secara global.

Dengan adanya kontrak ini, BALAD GRUP semakin menegaskan posisinya sebagai pemimpin industri perikanan budidaya di Indonesia dan dunia.

Ekspansi Budidaya Skala Besar di Teluk Kangean

Mulai April 2025, BALAD GRUP akan fokus mengembangkan usaha budidaya perikanan di Gugusan Teluk Kangean, dengan total luas area mencapai 90.000 hektar yang dibagi ke dalam 11 zona budidaya:

Rumput Laut – 50.000 Ha

Lobster – 8.000 Ha

Kerapu – 5.000 Ha

Teripang – 2.500 Ha

Udang Mantis – 5.000 Ha

Udang Kipas – 5.000 Ha

Kerang – 2.500 Ha

Anggur Laut – 2.000 Ha

Tongkol – 5.000 Ha

Kepiting – 2.500 Ha

Rajungan – 2.500 Ha

Investasi besar ini tidak hanya akan meningkatkan produksi perikanan nasional, tetapi juga diproyeksikan membuka 500.000 lapangan pekerjaan dalam kurun waktu lima tahun, dari 2025 hingga 2030.

Baca juga
Limbah Berbahaya Gunung Butak: Pabrik Rumput Laut Disorot DLH Situbondo

Indonesia Menuju Kiblat Perikanan Budidaya Dunia

Pendiri sekaligus pemilik BALAD GRUP, HRM. Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau Kanjeng Pangeran Edo Yudha Negara, menyampaikan keyakinannya bahwa Indonesia akan menjadi pusat utama perikanan budidaya dunia.

“BALAD GRUP hadir untuk memastikan bahwa Indonesia tidak hanya menjadi produsen, tetapi juga pemimpin global dalam industri perikanan budidaya. Ini adalah langkah menuju kedaulatan ekonomi berbasis kelautan,” ujarnya.

Dengan visi besar ini, BALAD GRUP siap membawa Indonesia ke era kejayaan maritim, menjadikan sektor perikanan budidaya nasional lebih berdaya saing di kancah internasional.

Salam Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.