Nelayan Muda Tewas Tersambar Petir Saat Bersiap Melaut di Pantai Brige’en Situbondo

redaksi

SITUBONDO – Seorang nelayan muda dilaporkan meninggal dunia akibat tersambar petir saat bersiap melaut di kawasan Pantai Brige’en, dekat Tempat Pelelangan Ikan (TPI), Dusun Dhaja Gudang, Desa Peleyan, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo, Jumat malam (6/2/2026).

Korban diketahui bernama Moh. Lutfi Ansori alias Aan (23), warga Dusun Dhaja Gudang, Desa Peleyan. Peristiwa tragis tersebut terjadi sekitar pukul 19.15 WIB, sesaat setelah korban bersama rekan-rekannya selesai melaksanakan salat Isya dan bersiap melaut menggunakan perahu nelayan KM Mutiara.

Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, saat itu korban bersama sembilan anak buah kapal (ABK) dipimpin oleh Wafed, selaku pemilik kapal. Namun, mesin perahu jenis jarit berukuran sekitar 3 x 8 meter tersebut mendadak tidak bisa dihidupkan, meski cuaca sudah dalam kondisi mendung disertai hujan dan angin kencang.
Korban bersama dua rekannya, yakni Santoso dan Wafed, kemudian berupaya memperbaiki mesin kapal.

Sementara ABK lainnya berada di luar perahu. Tiba-tiba, hujan deras disertai angin kencang mengguyur kawasan pantai, disusul suara dentuman keras akibat sambaran petir yang mengenai ketiganya.

Akibat kejadian tersebut, Moh. Lutfi Ansori meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara Santoso mengalami trauma dan lampu penerangan di kepalanya terlepas, sedangkan Wafed mengalami luka bakar dan gosong di kedua tangan serta mengalami trauma berat.

Korban sempat dievakuasi ke Puskesmas Panarukan menggunakan mobil milik warga untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, petugas kesehatan menyatakan korban telah meninggal dunia, diduga saat dalam perjalanan menuju puskesmas.

Jenazah kemudian dibawa kembali ke rumah duka oleh pihak keluarga.
Diketahui, korban merupakan anak tunggal. Ibunya telah meninggal dunia, sementara ayahnya berdomisili di wilayah Kecamatan Suboh. Rencananya, prosesi pemakaman akan dilaksanakan pada Sabtu (7/2/2026) pukul 08.30 WIB.

Baca juga
Geger Pembantaian Satu Keluarga di Besuki, Tiga Orang Tewas Ditemukan di Dalam Rumah Pagi Ini

Menindaklanjuti kejadian tersebut, petugas Polsek Panarukan bersama unsur Koramil Panarukan mendatangi lokasi kejadian dan rumah duka untuk melakukan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP), pendokumentasian, serta meminta keterangan para saksi.Pihak keluarga korban juga telah menyatakan menerima peristiwa tersebut sebagai musibah.

Kapolsek Panarukan AKP Harsono, S.H., mengimbau masyarakat, khususnya para nelayan, agar lebih waspada terhadap kondisi cuaca ekstrem, terutama saat hendak melaut, guna menghindari kejadian serupa di kemudian hari.

(Ba’im)