HRM. Khalilur R Abdullah Sahlawiy Siapkan Ekspansi Bisnis, Dari Lobster hingga Industri Strategis Nasional

redaksi

Situbondo – HRM. Khalilur R Abdullah Sahlawiy, tokoh pengusaha yang dikenal sebagai pendiri Bandar Laut Dunia Grup (BALAD Grup), menyampaikan rencana besar perjalanan usahanya yang ia beri nama “AKUR AMAT KAU PEDRAS”, akronim dari sembilan sektor utama yang akan digarap: Akuakultur, Rokok, Air Mineral, Tambang, Kebun, Tembakau, Pertanian, Perdagangan, dan Beras.

Dalam keterangannya, Khalilur mengungkapkan bahwa selama 19 bulan terakhir ia berjuang keras membuka jalur ekspor Benih Bening Lobster (BBL) dari Indonesia ke Vietnam. Namun, upaya itu terhambat oleh kebijakan yang dinilai tidak konsisten dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

“Selama ini saya diprank, dikibuli oleh menteri dari negara sendiri. Aturan dibuat tapi tidak dijalankan. Semua serba gelap,” ungkap Khalilur dengan nada kritis.

Ia pun mengaku lega setelah Presiden RI Prabowo Subianto mengambil alih kewenangan ekspor BBL melalui Kepmen KKP No. 7 Tahun 2024, yang menghentikan sementara ekspor ke Vietnam. Selanjutnya, regulasi akan diatur langsung lewat Peraturan Presiden (Perpres) yang melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga, mulai dari Kemenkeu, Kemenlu, BPK, KPK, POLRI, TNI, Kejagung, KKP hingga kemungkinan Kemenhan.

“Dengan aturan yang setara dan objektif, saya yakin Indonesia bisa menjadi penguasa pasar lobster dunia. Pasar Vietnam sudah saya kuasai, dan suplai dari Indonesia sedang saya siapkan,” tegasnya.

Ekspansi BALAD Grup

Khalilur menjelaskan, pada 10 hari mendatang, 17 tim BALAD Grup akan bergerak ke salah satu provinsi untuk menjalankan tiga agenda besar:

1. Membuka kantor cabang di tingkat provinsi dan kabupaten.

2. Mendirikan sembilan gudang penampungan dan pembelian BBL.

3. Membentuk 200 Kelompok Usaha Bersama (KUB) yang akan melibatkan ribuan nelayan, ratusan kapal, dan alat tangkap BBL secara bertahap.

Baca juga
Sertijab Kepala Rutan Situbondo, Suwono Resmi Gantikan Rudi Kristiawan

 

Selain bisnis lobster, BALAD Grup juga menyiapkan pengembangan akuakultur di Teluk Kangean, sekaligus kembali menata sektor pertambangan yang sempat terhenti akibat “perang panjang dengan mafia lobster.”

Industri Hilir dan Sektor Strategis

Tak hanya berhenti pada lobster, Khalilur juga menegaskan bahwa dari ratusan konsesi tambang yang dimiliki, akan lahir sejumlah industri strategis baru, di antaranya:

Pabrik Rokok Bintang Sembilan (RBS)

Pabrik Beras

Perkebunan Tembakau

Pabrik Air Mineral

Perdagangan hasil pertanian, perkebunan, dan perikanan budidaya

“Inilah saatnya saya bekerja maksimal. Kerja jujur dan idealis saya kini mendapat dukungan utama, Presiden Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto,” ucapnya penuh optimisme.

Keseluruhan rencana ini dikemas Khalilur dengan nama AKUR AMAT KAU PEDRAS, sebuah simbol komitmen untuk membangun Indonesia melalui sembilan sektor unggulan.

“Mari bersama cintai Indonesia. Mari bersama bangun jaya Indonesia. Salam keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” pungkas Khalilur, yang juga menyebut dirinya Sang Surya Majapahit.