
SITUBONDO – Sebuah insiden kecelakaan laut terjadi di perairan Pantai Merak, kawasan Taman Nasional Baluran, Kabupaten Situbondo, Selasa (30/6/2026). Tongkang TK. Karya Indah III milik PT Jawa Dwipa Perdana yang sedang ditarik TB. BMB 89 dalam pelayaran dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, menuju Pelabuhan Kempo, Nusa Tenggara Barat, mengalami kemiringan akibat dugaan kebocoran pada lambung kapal yang diperparah oleh kondisi cuaca di perairan utara Situbondo.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 07.10 WIB itu menyebabkan sebagian muatan konstruksi seberat sekitar 1.514,88 metrik ton jatuh ke laut. Demi menghindari tongkang terbalik dan meminimalkan dampak yang lebih besar, nahkoda memutuskan mengandaskan kapal di perairan dangkal Pantai Merak. Berdasarkan kronologi, gejala darurat mulai terlihat sekitar pukul 05.40 WIB ketika tongkang perlahan miring ke sisi kanan. Nahkoda Alip Joko Yuwono kemudian berupaya membawa tongkang menuju lokasi yang lebih aman. Namun sebelum tali towing sempat dilepaskan, kemiringan kapal semakin parah hingga hampir terbalik, mengakibatkan sejumlah peralatan, seperti crane, mesin jangkar, genset, material konstruksi, dan sebagian besar muatan terjatuh ke laut.
Mendapatkan informasi kejadian tersebut, Pos TNI AL Jangkar bersama KSOP Kelas IV Panarukan Wilker Jangkar bergerak cepat menuju lokasi untuk melaksanakan penanganan awal. Bersama Basarnas, BPTD LPS Jangkar, pihak pemilik kapal, serta masyarakat nelayan Dusun Merak, petugas melakukan koordinasi guna mengamankan situasi, mengumpulkan data penyebab kecelakaan, sekaligus menyiapkan proses evakuasi. Upaya penyelamatan juga difokuskan pada penanganan tongkang dengan menunggu bantuan pompa alkon untuk mengurangi genangan air di dalam tangki agar kondisi kapal tetap stabil.
Danposal Jangkar, Letda Laut (S) Eko Susianto, memastikan seluruh awak kapal berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. “Alhamdulillah seluruh ABK dapat dievakuasi dengan selamat semuanya,” ujarnya.
Insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Delapan awak kapal berhasil diselamatkan, sementara TB. BMB 89 tetap dalam kondisi aman. Meski demikian, kerugian materiil diperkirakan cukup besar, meliputi tenggelamnya sekitar 300 batang tiang pancang, satu unit crane, tiga unit mesin jangkar, satu unit genset, sejumlah material besi, serta rusaknya satu unit sepeda motor.





