Salah satu jenis lantai yang kerap dipertimbangkan masyarakat saat ini adalah parket. Sayangnya, lantai tersebut bisa terangkat karena berbagai penyebab. Misalnya adalah tidak adanya sealant sehingga air masuk ke sela-sela parket dan merusaknya.
Penyebab-penyebab ini bisa dicegah dengan sejumlah cara mudah. Dengan demikian, estetika dan usia pakainya tetap dapat terjaga. Ulasan selengkapnya bisa Anda ketahui di bawah ini.
Mengenal Lantai Parket
Berbeda dengan lantai pada umumnya, parket terbuat dari potongan-potongan kayu, baik asli maupun olahan. Potongan-potongan tersebut disusun dengan pola geometris tertentu. Inilah yang membuatnya terlihat indah.
Kesan alami dan hangat bisa muncul dari susunan potongan kayu tersebut sehingga membuat ruangan menjadi terasa semakin nyaman. Tidak hanya itu, potongan kayu ini juga bisa menghadirkan nuansa mewah dengan caranya sendiri.
Sayangnya, materialnya memiliki sifat yang cukup sensitif terhadap lingkungan sekitar. Jika tidak dipasang atau dirawat dengan baik, maka berbagai kerusakan bisa muncul, seperti terangkat.
Penyebab Lantai Parket Terangkat
Interaksi antara material dengan lingkungan di sekitar merupakan penyebab paling umum dari terangkatnya lantai parket. Secara lebih jelas, faktor-faktor yang mempengaruhinya adalah sebagai berikut:
-
Kelembapan Tinggi
Pada kondisi tertentu, ruangan bisa memiliki kelembapan yang tinggi. Misalnya kamar mandi, basement, atau ruangan pada bangunan dekat sumber air. Kelembapan tersebut membuat udara mengandung banyak uap air.
Uap air ini bisa terserap oleh lantai parket. Akibatnya, potongan-potongan kayu mengembang dan saling mendorong satu sama lain hingga terangkat.
-
Rembesan Air
Berbagai aktivitas bisa membuat lantai parket terkena air, seperti saat mengepel atau tumpahan minuman. Selain itu, hujan juga membuatnya mengalami kondisi serupa. Sayangnya, air tersebut bisa masuk ke sela-sela parket yang tidak terlindungi sealant.
Bila sudah masuk, tetesan air dapat merusak struktur lantai dari bawah dalam jangka waktu lama. Alhasil, potongan-potongan kayu parket mudah terangkat.
-
Perubahan Suhu Ekstrem
Paparan sinar matahari di siang hari dan kondisi dingin saat malam membuat lantai parket terkena perubahan suhu yang ekstrem. Hal ini memicu proses muai-susut kayu secara agresif.
Proses tersebut bisa membuat lantai terangkat dalam jangka waktu lama. Selain itu, strukturnya juga akan mudah rusak.
-
Kurang Celah Pemuaian
Potongan kayu pada lantai parket bisa memuai saat terkena suhu panas atau paparan sinar matahari. Jika tidak ada celah antar potongan atau dengan dinding, ruangan untuk mengakomodasi proses ini akan menjadi terbatas.
Akibat dari keterbatasan ruang membuat kayu memuai dengan cara terangkat. Sayangnya setelah terangkat, kayu tidak bisa kembali ke bentuk semula karena sudah terlepas dari perekatnya.
-
Pemasangan Tidak Sesuai Standar
Lantai yang tidak dipasang dengan perekat berkualitas dan sesuai standar akan lebih mudah terangkat. Begitu pula dengan parket yang tidak diberi sealant pada sambungannya. Alhasil, renovasi berulang di masa mendatang akan dibutuhkan.
Solusi agar Lantai Parket Tidak Mudah Terangkat
Terangkatnya parket bisa menurunkan estetika lantai dan meningkatkan risiko tersandung bagi para pengguna ruangan. Oleh sebab itu, dibutuhkan solusi untuk mencegah hal tersebut terjadi, seperti:
-
Mencegah Kelembapan
Secara umum, tingkat kelembapan yang ideal untuk pemasangan lantai parket berkisar antara 35% sampai 55%. Dehumidifier bisa digunakan untuk mencapai kadar tersebut bila ruangan terlalu lembap.
Selain itu, Anda juga bisa mengatur dan sering membuka ventilasi agar udara lembap bisa keluar. Dengan demikian, lantai parket tidak menyerap uap air secara berlebih.
-
Mencegah Rembesan Air
Kayu adalah material yang sangat mudah menyerap air. Maka dari itu, rembesannya perlu dicegah sebelum terserap oleh parket. Salah satu caranya adalah mengaplikasikan sealant di celah antara parket dengan dinding agar air tidak bisa masuk lewat sana.
-
Melindungi dari Perubahan Suhu Ekstrem
Ruangan dengan lantai parket perlu dilindungi dari perubahan suhu ekstrem. Salah satu caranya dengan menutup jendela menggunakan gorden, tirai, atau kaca film anti ultraviolet. Dengan demikian, paparan sinar matahari terhadap parket bisa dihalangi.
-
Memberi Celah yang Cukup
Hindari pemasangan parket yang terlalu rapat terhadap dinding. Beri celah sebesar 8 hingga 12 milimeter pada tepi lantai agar potongan kayu mempunyai ruang untuk memuai tanpa saling berbenturan dan terangkat.
-
Memastikan Standar Pemasangan
Material sesuai standar perlu digunakan agar potongan kayu tidak terlepas. Contohnya adalah SikaBond® T-53, perekat yang siap pakai bagi semua jenis kayu, elastis untuk meredam tegangan, dan cepat kering.
Perekat ini juga mampu mengompensasi ketidakrataan permukaan dan dapat diamplas. Bahannya cocok untuk subfloor heating atau lantai yang mampu menghangatkan ruangan.
Lalu, ada juga Sika® Primer MB yang bisa diaplikasikan dengan SikaBond secara mudah sehingga waktu pengerjaannya menjadi lebih cepat. Bahan ini bebas solven, dapat mengurangi konsumsi perekat, dan bisa diaplikasikan tanpa primer.
Material ini cocok untuk penggunaan subfloor heating dan memperbarui permukaan substrat lama, kekentalannya pun rendah.
Siap Membangun Lantai Parket?
Lantai parket menawarkan keindahan tersendiri sehingga sering dilirik oleh banyak orang. Namun, aplikasi dan penggunaannya harus diperhatikan dengan baik agar tidak mudah rusak dan terangkat.
Sika layak dipertimbangkan untuk mendukung Anda dalam menggunakan lantai parket. Terlebih lagi, Sika sudah berpengalaman selama 115 tahun dalam menangani aneka proyek, seperti Apurva Kempinski Bali.
Selain itu, Sika juga pencetus semen waterproofing pertama di Indonesia yang cocok untuk aneka kebutuhan proyek Anda.
Berbagai material berkualitas, seperti perekat dan sealant, dapat mendukung penggunaan lantai parket. Dengan demikian, lantai lebih awet dan kuat. Untuk konsultasi lebih lanjut mengenai kebutuhan Anda, segera hubungi Kontak/Dukungan Sika sekarang!






