Pembangunan Jembatan di Patek Duwet Disorot, Material Batu Diduga Bermasalah

SITUBONDO,Pan Panturapos id. – Pembangunan jembatan di wilayah Patek, Desa Duwet, menjadi sorotan masyarakat setempat. Sorotan tersebut muncul menyusul dugaan penggunaan material batu yang diduga berasal dari sumber yang tidak sesuai ketentuan dalam pekerjaan proyek tersebut.
Berdasarkan pantauan tim media di lapangan pada Kamis Oktober 2026, ditemukan adanya aktivitas pengangkutan dan penggunaan material batu yang menjadi perhatian masyarakat.

Jalan Kom Desa Gelung, Kecamatan Panarukan.
Proyek pembangunan tersebut diketahui dikerjakan oleh CV Surya Teknik Utama. Sejumlah pihak mempertanyakan asal-usul material batu yang digunakan serta kelengkapan dokumen perizinannya.

Masyarakat berharap pihak terkait, termasuk instansi yang memiliki kewenangan melakukan pengawasan proyek dan material, segera turun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan. Hal tersebut dinilai penting guna memastikan seluruh material yang digunakan telah memenuhi ketentuan perizinan dan standar pekerjaan konstruksi.

“Kalau memang material tersebut tidak memiliki izin atau dokumen yang dipersyaratkan, kami berharap segera dilakukan pemeriksaan oleh pihak berwenang,” ujar salah seorang sumber yang meminta identitasnya tidak disebutkan.

Penggunaan material yang tidak sesuai ketentuan juga dikhawatirkan dapat menimbulkan persoalan terhadap kualitas pekerjaan maupun pengelolaan anggaran proyek. Namun, dugaan tersebut masih memerlukan pemeriksaan dan pembuktian dari instansi berwenang.

Tim media juga telah berupaya menghubungi pihak SV. Suntuk meminta klarifikasi terkait asal-usul material serta pelaksanaan pekerjaan tersebut. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh tanggapan resmi.

Dengan adanya sorotan tersebut, masyarakat meminta agar proyek pembangunan jembatan di Desa Duwet, dilakukan pengawasan secara transparan. Klarifikasi dari pihak pelaksana maupun instansi terkait diharapkan dapat memberikan kepastian mengenai legalitas material dan pelaksanaan proyek tersebut.

(Baim)

Baca juga
Wartawan Jawa Pos Radar Diduga Dianiaya dan Dipersekusi Usai Bersitegang dengan Bupati di Aksi Damai